Wednesday, September 9, 2009
where ?
kemana sihh ??? kog ngilang gitu aja ?
kog cuma 2 hari ? kog bentar banget ?
yaahh ,, jangan gitu donk ...
Ngarep mode : ON
aihh ... buruan yaaa ...
ditunggu niih .. :))
hehehe
Tuesday, September 8, 2009
Thursday, September 3, 2009
Hipmi-Sime Darby jalin kesepakatan Pengembangan investasi diarahkan ke agrobisnis
Penjajakan kerja sama investasi tersebut terwujud dalam forum South Sumatera Initiative yang berlangsung di Palembang kemarin.
Ketua Perdagangan Hipmi Harry Warganegara mengatakan selain agrobisnis, kelompok usaha dari negeri jiran itu juga tertarik menanamkan modal di bidang infrastruktur, penambangan batu bara, minyak dan gas bumi.
Dia menjelaskan pada tahap awal kerja sama investasi di sektor riil itu akan direalisasikan di Sumsel. Nantinya bisa dikembangkan ke seluruh Indonesia.
“Kerja sama tersebut akan dikonkretkan, setelah delegasi Hipmi mengadakan kunjungan balasan ke Malaysia,” ujarnya kemarin.
Ketua Umum Hipmi Erwin Aksa manambahkan dalam kerja sama tersebut organisasi pengusaha yang dihimpunnya a.l. akan berperan memfasilitasi perizinan dan mencarikan mitra usaha. “Sime Darby Group menilai Sumsel cukup prospektif untuk pengembangan investasi,” paparnya.
Data Pemprov Sumsel menyebutkan di sektor agrobisnis provinsi itu memiliki potensi karet dengan luas areal 1,002 juta ha. Dari areal seluas itu, karet yang diproduksi baru sebesar 700.000 ton.
Untuk perkebunan sawit, Sumsel memilki luas areal 620.000 ha dan ketersediaan lahan pengembangan 600.000 ha . Provinsi ini memiliki total produksi CPO 1,6 juta ton per tahun dengan dukungan pabrik kelapa sawit sebanyak 42 unit berkapasitas 2.020 ton/jam.
Menurut Erwin, masuknya Sime Darby ke Sumsel merupakan peluang baik bagi pengusaha Indonesia dalam pengembangan bisnis sawit. Sebab perusahaan dari negara tetangga itu memiliki beberapa keunggulan a.l. teknologi pekebunan, pengolahan yang lebih canggih dan jaringan pemasaran yang lebih luas.
“Jadi, kehadiran mereka banyak memberikan nilai tambah. Selain banyak menyerap tenaga kerja Indonesia juga bisa memberikan transfer teknologi bagi pengusaha kita,” tandasnya.
Tidak khawatir
Salah seorang pengusaha Sime Darby Group yang enggan disebutkan jati dirinya menyebutkan pihaknya tertarik menanamkan modal di bidang agrobisnis di Indonesia karena kedua negara memiliki kesamaan budaya, selain letak geografisnya yang relatif berdekatan.
“Rekan-rekan Hipmi memfasilitasi kami untuk investasi di Sumsel karena industri pengolahan sawit di Indonesia juga relatif maju. Jadi kalau industri sawit Malaysia dan Indonesia disinergikan, maka akan memiliki kekuatan dahsyat,” tegasnya.
Dia menyatakan tidak khawatir dengan sentimen anti-Malaysia yang ditunjukkan sebagian masyarakat Indonesia belakangan ini. “Itu hanya persoalan biasa, namanya saja satu rumpum. Silap-silap biasa lah tidak akan menganggu hubungan ekonomi yang sudah terjalin baik.”
Gubernur Sumsel Alex Nurdin berjanji akan meningkatkan iklim investasi dan jumlah penanaman modal di provinsinya. Hal itu, katanya, sejalan dengan program pemprov yang akan menjadikan Sumsel sebagai provinsi yang paling sejahtera di Indonesia. “Dalam kurun 3 hingga 4 tahun ke depan program itu kami harapkan dapat terwujud,” katanya. (ismail.fahmi@bisnis.co.id)
Oleh Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia
Facebook = nganeh pas gempa . hahaha
02/09/2009 20:45 | Gempa Bumi
Liputan6.com, Jakarta: Ternyata, lelucon atau canda sejenak dapat mengusir kepanikan ketika terjadi gempa. Seperti saat gempa tektonik sekuat 7,3 skala Richter yang berpusat di Tasikmalaya, Jawa Barat, mengguncang sejumlah daerah, termasuk Jakarta, Rabu (2/9) pukul 14.55 WIB. Di Gedung Senayan City, Jakarta, misalnya. Saat banyak orang menuruni tangga darurat, seorang karyawan sempat melontarkan celetukan: "Tenang-tenang, kita punya asuransi kesehatan kok. Kontan, beberapa pekerja tersenyum, padahal beberapa detik sebelumnya wajahnya diselimuti kecemasan [baca: Penghuni Gedung Senayan City Panik].
Setelah beberapa lama menapaki tangga darurat dari lantai kerja masing-masing, banyak orang berkelompok di luar gedung. Berbagai kesibukan mulai terlihat. Ada yang sibuk dengan telepon seluler atau ponsel. Tak sedikit pula mengeluarkan ponsel cerdas BlackBerry. Banyak dari pemilik BlackBerry membuka situs jejaring sosial seperti Facebook dan microblogging Twitter. Para pekerja kantoran itu sibuk membuka Facebook maupun Twitter-nya. Mereka pada umumnya saling berbagi kabar mengenai situasi di tempat kerja masing-masing, termasuk mencari informasi mengenai gempa kali ini.
Genta, sebut saja demikian panggilannya. Dalam status Facebook-nya, ia menulis: ..."woooi bangun woooi, ini mah gempa, bukan fitnah..." Kemudian, statusnya dikomentari beberapa rekan yang masuk jaringan pertemanannya. Ada yang membalas dengan ledekan juga, ada yang menyuruh sabar dan jangan emosional.
Lain Genta, lain pula Eko. Dalam status di situs jejaring sosial yang lagi ngetrend itu, ia menulis: "Mohon maaf, gempanya ternyata serius. Terjadi kerusakan di wilayah Cianjur Selatan, Tasikmalaya, dan Ciamis. Rumah-rumah dan tiang listrik roboh, termasuk RS Ciamis rusak...Semoga tak banyak korban jiwa dalam bencana ini."
Tersempil canda memang, tapi umumnya para pengguna Facebook saling berbagi informasi mengenai kerusakan sebagai dampak gempa. Terlebih, setelah ada kabar terjadi tsunami kecil di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.
Hanya saja, tak urung olok-olok masih menyeruak. Bak pesan singkat atau SMS berantai, sejumlah status di Facebook mengabarkan bahwa pusat gempa yang baru terjadi berpusat di Kuala Lumpur, bukan Tasikmalaya. Bahkan, ada yang menulis di status Facebook dan Twitter-nya: "Breaking News! Malaysia mengklaim pusat gempa ada di KL." Ferry tak mau kalah. Ia menulis: "Sesama gempa dilarang saling menyusul." Ada-ada saja memang.
Walau demikian, tak sedikit pengguna Facebook maupun Twitter yang saling mengingatkan untuk peduli terhadap korban gempa.(ANS)